pariwisata kabupaten jember

Sosialiasi Persiapan Pola Kemitraan PTPN XII Kertowono Dengan Masyarakat

  Dibaca : 350 kali
Sosialiasi Persiapan Pola Kemitraan PTPN XII Kertowono Dengan Masyarakat
space ads post kiri

* Dr. Aries Harianto : Petani Dapat 70 % Perusahaan 30 %

Sosialisasi pola kemitraan kerja sama operasional (KSO) antara masyarakat petani dengan pihak PTP XII Kertowono Lumajang, berlangsung di lantai 2 Pemkab Lumajang.

Hadir dalam acara tersebut pihak PTPN XII Kertowono, Kejari Lumajang, jajaran Muspida Pemkab Lumajang, DPRD, dan tim mediasi.

Dr. Aries Harianto selaku mediator, usai menghadiri acara ini, menjelaskan, yang dibicarakan di forum saat ini lebih fokus pada masalah teknis pertemuan oleh pihak PTPN XII dengan dengan masyarakat sekitar, pada 4 Pebruari 2016 mendatang.

“Pesertanya nanti para petani yang sudah menanda tangani kontrak maupun yang belum. Semuanya diundang,” ungkapnya, Senin (25/1) siang.

Dosen Fakultas Hukum di Universitas Jember ini, menyampaikan, kontrak kerjasama yang dimaksud adalah kerjasama pola kemitraan pihak perkebunan dengan cara melibatkan masyarakat untuk menggarap tanah HGU (Hak Guna Usaha) dengan tanaman semusim.

Adapun sharing keuntungan adalah 70 % untuk masyarakat dan 30 % perusahaan. Sayangnya, Aries belum menjelaskan berapa hektare tanah HGU yang dikerja samakan dengan alasan masih dilakukan mapping secara detail.

“Masih dimapping karena masih ada tanaman tumbuhan masyarakat. Tapi endingnya,kita memberikan koridor kepada masyarakat boleh menanam. Jadi semuanya sudah tuntas dan secara definitif HGU nya sudah tak ada masalah, sudah klir,” paparnya.

Sementara itu, Doddy, SH dari pihak Kejari Lumajang, menyampaikan, pembicaraan saat ini dalam tahap persiapan untuk menggelar acara pertemuan di lokasi PTPN XII.

Poin-poin yang disampaikan, menurutnya, tidak ada yang terlalu rumit karena memang hanya masalah persiapan pada 4 Pebruari 2016 mendatang teknisnya seperti apa dan bagaiaman pelaksanaannya.

Dr. Aries Harianto, mediator

Dr. Aries Harianto, mediator

“Kita berikan win win solution kepada kedua belah pihak. Drafnya sudah dipersiapkan, ada yang sudah tanda tangan tinggal disosialisasikan dan dilaksanakan. Ini Kerja Sama Operasional (KSO) antara masyarakat petani dengan pihak perkebunan. Jadi tujuannya win-win solusian agar berjalan sesuai aturan. Masyarakat petani penggarap tidak dirugikan, begitu pula dengan pihak perusahaan. Damai itu indah. Itu yang kita cari,” ujarnya tersenyum. (din)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional