pariwisata kabupaten jember

Kahumas IMMS Bingung Sangkaan Lam Chong San

  Dibaca : 326 kali
Kahumas IMMS Bingung Sangkaan Lam Chong San
space ads post kiri

* Agus : Mudah-Mudahan Dia ’Bernyanyi’

Mantan Humas PT Indo Modern Mining Sejahtera (IMMS), Agus Amir Subhan, dan pihak managemen bingung atas sangkaan atau dugaan penyidik Kejati terhadap Lam Cong San (Direktur PT. IMMS).

Agus Amir Subhan, Mantan Kahumas PT. IMMS

Agus Amir Subhan, Mantan Kahumas PT. IMMS

Menurutnya, sangkaan Kejati berpindah pindah dan tidak jelas. Pertama gratifikasi, kemudian setelah ditemukan alat buktinya berubah ke korupsi, dan yang informasi terakhir sangkaan atas penggunaan lahan tanpa ijin dari Menteri Kehutanan.

“Tapi PT IMMS punya alasan. Alasannya adalah PT IMMS melakukan kegiatan di beberapa wilayah di Dampar itu sudah melakukan persewaan kepada pemerintah kabupaten lumajang seluas sekitar 90 ha dengan persewaan Rp 100 juta pertahun yang dibuktikan dengan kwitansi pembayarannya melalui KPT (Kantor Pelayanan Terpadu),” tukasnya.

Jadi persoalannnya ada kecenderungan bahwa masalah korupsinya Lam Cong San ini dari Departeman Kehutanan. Sementara untuk Abdul Ghofur disangka ikut bermain masalah analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal).

Menurut dugaan Kejati, padahal Abdul Ghofur saat itu bukan sebagai ketua penilai AMDAL. Dia hanya sebagai Sekretaris.

“Dia tidak punya hak penilai AMDAL. Di sinilah sangkaan-sangkaan yang sangat memprihatinkan terhadap tersangka Abdul Ghofur,” ujarnya.

Waktu itu, kata Agus, Ketua penilai AMDAL nya adalah Sulsum Wahyudi (Manan Kepala DLH) juga ada bagian ekonomi. Makanya Agus mengaku bengok-bengok sejak awal bahwa menetapkan Abdul Ghofur sebagai tersangka itu tidak tepat.

“Bahwa Abdul Ghofur jadi tersangka itu saya kurang sependapat,” ujarnya.

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional