pariwisata kabupaten jember

18 Pemegang Ijin Penambangan Perlu Dievaluasi

  Dibaca : 381 kali
18 Pemegang Ijin Penambangan Perlu Dievaluasi
18 Pemegang Ijin Penambangan Perlu Dievaluasi
space ads post kiri

Sebanyak 18 pengusaha yang mengantongi ijin penambangan pasir di Lumajang, beberapa bulan lalu, diduga menyalahi aturan. Oleh karena itu perlu dilakukan evaluasi dan peninjauan kembali.

Tri Pinujo, Kepala Bagian Operasi dan Pemeliharaan, Kantor Pengendalian Lahar Semeru, Balai Besar Wilayah Sungai Brantas, mengaku akan berkoordinasi dengan Dinas Energi Sumber Daya Alam dan Mineral (ESDM) Propinsi Jawa Timur.

EVALUASI: Penambangan di DAS

EVALUASI: Penambangan di DAS (dok)

“Terkait pelanggaran aturan penambangan di kawasan aliran lahar Gunung Semeru biasanya Dinas ESDM yang ke Lumajang untuk koordinasi,” ujarnya, Senin (1/2).

Dijelaskan, ada dugaan pelanggaran aturan penambangan oleh pemegang ijin penambangan. Dalam melakukan penambangan sudah tidak karuan.

“Para pemegang ijin dalam melakukan penambangan tetap tidak karuan,” ujarnya seraya mengatakan, masyarakat seringkali melaporkan terkait pelanggaran aturan penambangan di DAS (Daerah Aliran Sungai).

Perlu diketahui, di areal yang menjadi titik penambangan ada tiga DAS yang menjadi aliran lahar Gunung Semeru. Ketiga DAS yang dimaksud antara lain DAS Rejali, Mujur, dan Glidik. Di DAS tersebut ada infrastruktur pengendali lahar seperti cek dama, pelengengan, dan tanggul.

Diduga para pemegang ijin tersebut melakukan penambangan tidak membentuk alur aliran. Penambangan juga dilakukan di pinggir bangunan pengendali lahar.

Sayangnya, Tri tidak membeberkan nama-nama pemegang ijin yang melanggar aturan penambangan meskipun dia mengaku memiliki data pelanggaran yang akan diberitahukan kepada pihak ESDM saat koordinasi.

Sekedar mengingatkan, sejak kasus terbunuhnya Salim Kancil, warga Desa Selok Awar-Awar Pasirian Lumajang yang menolak tambang pada 26 September 2015, seluruh aktivitas penambangan pasir termasuk yang legal, distop.

Baru beberapa bulan setelah itu, penambangan baru dibuka kembali oleh ESDM dengan segala persyaratan yang begitu ketat. Dari sekitar 60 an lebih yang mengajukan ijin, hanya 18 yang diijinkan melakukan penambangan. (din)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional