pariwisata kabupaten jember

Dishut-LazisNU Gelontorkan Bibit Sengon

  Dibaca : 314 kali
Dishut-LazisNU Gelontorkan Bibit Sengon
space ads post kiri

* Indah Amperawati : 1 Pohon Pasok Oksigen bagi 2 Orang

Bekerja sama dengan lazisNU (Lembaga Amil Zakat, Infak, Sedekah Nahdhatul Ulama), Kamis (4/2) pagi, Dinas Kehutanan Kabupaten Lumajang, melakukan penyerahan dan penanaman pohon sebanyak 5 ribu pohon sengon dan balsa.

Dari Kanan Mortamim, Indah Amperawati, Kades Alun-Alun dan MWCNU Ranuyoso

Dari Kanan Mortamim, Indah Amperawati, Kades Alun-Alun dan MWCNU Ranuyoso

Penyerahan 5 ribu bibit sengon dan balasa ini dilakukan di Balai Desa Alun-Alun, Kecamatan Yosowilangun, Lumajang oleh Ir. Hj. Indah Amperawati, Kadishut Kabupaten Lumajang kepada masyarakat Desa Alun-Alun melalui LazisNU.

Sebelum acara penyerahan bibit secara simbolis, acara seremonial. Dalam sambutannya, Sekretaris Umum sekaligus Managaer Operasional PC LazisNU Lumajang, Mortamim Syah, S.Pdi, menyampaikan, pemberian dan penanaman bibit sengon ini merupakan salah satu bentuk kegiatan LazisNU Lumajang dari sekian kegiatan yang sudah teragendakan selama 1 tahun kedepan.

“Ini yang kita sebut NU Care. NU peduli terhadap urusan-urusan keumatan. Dan kebetulan, kita bekerja sama dengan Dinas Kehutanan untuk memberikan bantuan bibit sengon dan kepada warga untuk kemudian di tanam,” tukasnya. Diharapkan, bantuan bibit sengon ini bermanfaat bagi masyarakat Desa Alun-Alun. Untuk kali ini, bantuan dan penanaman bibit sengon ini difokuskan di Ranuyoso. “Kedepan kita akan melakukan di kecamatan kecamatan lain,” paparnya.

Sementara itu, Kades Desa Alun-Alun, Dulhanan, menyampaikan terima kasih kepada Dishut dan LazisNU yang telah memberikan bantuan kepada masyarakatnya. Diharapkan, bantuan bibit sengon dan balsa ini membuat perekonomian masyarakat di Desa Alun-Alun bisa meningkat.

“Kalau nanti dibagikan tolong tidak usah berebut. Bagikan secara merata dan secara adil. Gak usah berebut. Bibit sengon yang diberikan ini cukup banyak,” tukasnya seraya menyampaikan terima kasih kepada Dishut dan LazisNU.

MWCNU Ranyuoso, Kiai H. Enan, M. Pd, yang hadir dan memberikan sambutan, mengatakan, pemberian bibit sengon jangan sampai disia-siakan, segera ditanam dan tidak perlu terburu-buru menjual sebelum usianya cukup.

“Biasanya kita itu terburu-buru. Karena alasan untuk kebutuhan hidup, sengon yang masih berumur 1 tahun, 2 tahun atau 3 tahun ditebang. Minimal 5 tahun atau 6 tahun. Kalau terburu-buru dijual sebelum waktunya nanti tidak bisa naik haji,” katanya. Diakuinya, saat ini para petani maupun masyarakat biasa sudah banyak yang tertarik menaman pohon sengon dan banyak naik haji karena sengon.

Kadishut Lumajang, Ir Hj Indah Amperawati

Kadishut Lumajang, Ir Hj Indah Amperawati

Dalam kesempatan yang sama, Indah Amperawati, Kadishut Lumajang menyampaikan terima kasih kepada LazisNU yang telah mempunyai program menanam dan membagikan bibit sengon kepada masyarakat di Desa Alun-Alun.

“Saya bangga kepada pengurus LazisNU yang masih muda-muda dan memiliki semangat untuk peduli pada sesama. Makanya ketika mereka berkeinginan menanam dan membagikan bibit sengon saya setuju sekali dan langsung mengiyakan. Tapi tolong ditanam. Kalau benar-benar ditanam, besok saya tambah lagi bibitnya. Bapak-bapak dan Ibu-ibu tidak perlu datang ke Lumajang ke Kantor Dishut, kami sendiri yang akan mengantarkan,” katanya di hadapan masyarakat Alun-Alun Ranuyoso, lalu diikuti applaus mereka yang hadir.

Meskipun masih kali pertama bersama masyarakat Desa Alun-Alun dalam program pemberian bibit dan menanam, Indah Amperawati langsung akrab dengan mereka, bahkan dalam sambutannya beberapa kali dia seringkali melontarkan dengan bahasa Madura meskipun agak bletotan.

“Mon e tanam, laggunah e berrik pole saebu bibit sengon. Tak ossa e konekan. Eyateragi dhibik ( kalau pohon sengon ini ditanam, besok saya akan memberikan seribu bibit sengon lagi. Tak perlu diambil ( di kantornya, Red). Biar kami yang mengantarkan sendiri,” ujarnya lalu seluruh hadirin tertawa.

Diwawancarai usai acara seremonial, Indah Amperawati menyampaikan, banyak orang tidak tahu bahwa 1 pohon itu mengeluarkan 1, 2 kilogram oksigen dan 1 pohon ini mampu memberikan oksigen kepada 2 orang. “Setiap hari manusia membutuhkan oksigen. Satu orang manusia membutuhkan 0,5 gram. Jadi kalau 1 pohon ini bisa memberikan kontribusi oksigen kepada 2 orang setiap hari. Oksigen ini pun tidak perlu kita beli karena dihasilkan dari pohon,” ujarnya.

Karena itu, pada saat LazisNU bekerja sama dengan Dishut, pihaknya kata Indah, langsung merespon. Bahkan Indah mengajak untuk menanam secara bersama-sama. “Makanya ketika bertemu dengan pengurus LazisNU dan bicara soal penanaman pohon sengon, saya langsung sambut baik. Apalagi di Desa Alun-Alun rawan terjadinya kekeringan,” tuturnya.

Mantan Kepala Bappeda ini menyampaikan terima kasih kepada LazisNU atas idenya memberikan dan menanam bibit sengon dan balsa. “Dan untuk tahap ini, kita berikan bibit sengon dan balsa sebanyak 5 ribu bibit,” imbuhnya.(din)

Tags
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional