pariwisata kabupaten jember

Warga Bekuk 4 Truk Pasir Ilegal

  Dibaca : 260 kali
Warga Bekuk 4 Truk Pasir Ilegal
space ads post kiri

* Diangkut dari Selok Awar-Awar,LSM Desak Polisi Tangkap Penadah

Meskipun kasus illegal mining Lumajang menjadi atensi aparat kepolisian pasca kasus Salim Kancil, ternyata tidak membuat masyarakat jera dan takut untuk melakukan tindakan kriminal (menambang dan mengangkut pasir ilegal). Terbukti sekelompok orang dengan membawa 4 truk, Rabu (3/2) sekitar pukul 20.00, mengangkut pasir ilegal melintas di jalanan Tempeh Lumajang.

No.Pol : P 9259 UN

bb dumptruck No.Pol : P 9259 UN

Hebatnya, pasir-pasir tersebut diambil dari kawasan Watu Pecak, Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian Lumajang. Karena ilegal, maka warga Selok Awar-Awar yang tergabung dalam Forum Komunikasi Masyarakat Peduli Lingkungan Hidup atau Forum Selok Awar-Awar, serta Ampel langsung melakukan pengejaran dan menghentikan 4 truk bermuatan pasir pantai tersebut.

Empat truk yang membawa 700 sak pasir pantai itu, ditangkap di utara Polsek Tempeh. Setelah itu keempat truk ini langsung digiring warga menuju Kantor Samsat lama, Jl Panjaitan Lumajang untuk diproses hukum. Sementara keempat pengemudi truk digiring ke Polres Lumajang. Di sana mereka dimintai keterangan siapa yan memerintahkan pengambilan pasir pantai di kawasan Watu Becak tersebut dan kemana saja pasir-pasir itu akan dikirim.

Arsyad Subhekti, Wakil Ketua LSM Ampel yang saat itu bersama Forum Selok Awar-Awar, menyampaikan, sopir-sopir ini hanya sebagai pekerja. “Yang harus diungkap oleh polisi adalah pihak di balik penambangan pasir pantai tersebut. Kemana mereka akan menjual pasir-pasir ini. Itu yang terpenting. Kalau sopir hanya sebagai pekerja,” katanya.

Page 1 of 212
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional