pariwisata kabupaten jember

Muhammadiyah Di Mata NU dan MUI

  Dibaca : 556 kali
Muhammadiyah Di Mata NU dan MUI
space ads post kiri

Kewajiban untuk amar makruf nahi munkar merupakan tugas semua pihak termasuk Muhammadiyah, NU dan organisasi keagamaan lainnya. Tentu saja dalam menjalankan aktivitasnya membimbing umat masing-masing organisasi keislaman ini memiliki cara dan gaya tersendiri. Yang terpenting bagaimana dakwah yang mereka pakai mengedepankan toleransi, saling menghormati, dan jauh-jauh dari sifat-sifat kebencian dan kedengkian.

Diakui atau tidak, tidak jarang awal berdirinya kedua organisasi ini ‘berseberangan’ dalam hal pemikiran dan persoalan khilafiyah hingga berimbas pada kalangan masyarakat akar rumput (grass root).

Namun, seiring dengan perkembangan jaman dan semakin cerdasnya masyarakat Indonesia, kedua organisasi Islam terbesar ini mulai terlihat “mesra” dan kemesraan yang dibangun alami dan mengalir begitu saja.

Contoh yang paling mudah, tokoh-tokoh Muhammadiyah dan NU di Lumajang, saling berangkulan seperti tidak ada sekat dan jurang pemisah yang dalam. Bahkan tokoh Muhammadiyah (Suharyo AP Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Samsul Huda Ketua Umum PCNU Lumajang), berkumpul dalam satu wadah yang namanya MUI (Majelis Ulama Indonesia) dan FKUB (Forum Komunikasi Umat Beragama). Keduanya sama-sama menjadi pengurus MUI dan FKUB. MUI pun memandang bahwa kedua belah pihak ini terlihat rukun dan kompak dalam memajukan umat.

Akhir pekan kemarin, Milad ke – 106 Muhammadiyah digelar di Pendopo Kabupaten Lumajang, bagaimana NU dan MUI memandang Muhammadiyah dan apa harapannya terhadap Muhammadiyah kedepan. Berikut pendapat Drs. H. Samsul Huda, M. Pd (Ketu Umum PCNU Lumajang).

Page 1 of 3123
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional