pariwisata kabupaten jember

Penambang Pasir Tradisional Minta Diverifikasi

  Dibaca : 123 kali
Penambang Pasir Tradisional Minta Diverifikasi
Federasi Penambang Tradisional saat hearing dengan DPRD Jatim
space ads post kiri

Permasalahan pasir di Lumajang pasca tragedi Salim Kancil, masih terus bergulir. Penambang-penambang tradisional yang secara turun-temurun melakukan penambangan, harus bersaing dengan penambang modern.

Bahkan pengajuan Ijin penambang tradisional, tak kunjung diverfikasi dan dibarengi dengan simpang siurnya rekomendasi, baik dari Bupati maupun ESDM Propinsi Jawa Timur.

Namun dilain pihak ada 16 WIUP baru yang kesemuanya adalah perusahaan Tambang Modern. Maka dari itu, pada Senin ( 22/2/) siang, sekitar 40 perwakilan dari Federasi Penambang Tradisional dari 3 DAS (Daerah Aliran Sungai) yakni DAS Rejali (dikoordinir oleh Fandi Al Baiti), dari DAS GLidik (Koordinator Didik Al Mas’udi) dan DAS Mujur (Koordinator Mansur Hidayat )melakukan audensi dengan Pansus Pertambangan di Gedung DPRD Jawa Timur.

Pertemuan dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Jawa Timur, anggota pansus pertambangan asal Lumajang yakni H. Thoriqul Haq, H. Rofiq Abidian dan H. Artono.

Dalam audensi tersebut DPRD Jawa Timur mengeluarkan 5 rekomendasi terkait dengan penambangan galian c dan penambang tradisional yaitu pertama, kebijakan pertambangan harus pada kelestarian lingkungan dan kepentingan rakyat, kedua segala bentuk pengajuan IUP tidak boleh di proses sebelum ada payung hukum, ketiga pergub harus dilaksanakan secara komperhensif sesuai dengan saran dan masukan, keempat DPRD harus segera memproses pengajuan revisi UU Minerba, dan kelima Pengajuan IUP harus sesuai tata ruang yang memperhatikan wilayah penambangan tradisional dan tata ruang dan wilayah pertanian disekitarnya. (din)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional