pariwisata kabupaten jember

Akhirnya SatPol PP Ijinkan PKL Suwandak

  Dibaca : 352 kali
Akhirnya SatPol PP Ijinkan PKL Suwandak
space ads post kiri

* Asal Tidak Melanggar Aturan Penggunanaan Badan Jalan

Saat ini, PKL (Pedagang Kaki Lima) di sepanjang Jalan Suwandak Lumajang, bisa bernafas lega.

Pasalnya, Pemerintah Kabupaten Lumajang memberikan ijin mereka berjualan di sepanjang lokasi tersebut dengan catatan mereka benar-benar berada di pinggir jalan alias tidak menggunakan badan jalan, tertib, dan menjaga kebersihan sekitar.

Kepala Satuan Pamong Praja, Basuni

Kepala Satuan Pamong Praja, Basuni

Sementara untuk PKL yang menggunakan mobil, terutama yang berjualan buah-buahan, tetap dilarang.

“Iya Mas, kita ijinkan PKL berjualan di sana (sepanjang Jalan Suwadak, Red). Kita memberikan toleransi karena mereka mencari makan untuk anak dan istri, biaya sekolah dan kebutuhan lainnya. Ini khusus PKL yang tidak menggunakan mobil. PKL buah yang memakai kendaraan kita larang,”  pungkas Basuni, Kepala Satuan Pamong Praja (Pol PP) Pemkab Lumajang, Jumat (26/2) siang. 

   Mengapa hanya PKL non mobil buah yang diperbolehkan berjualan di sepanjang jalan Suwandak? Ditanya begitu, dia menjelaskan, kalangan pedagang buah terutama pedagang buah di pasar banyak yang protes, mengingat buah yang dijual dengan menggunakan mobil harganya lebih murah ketimbang buah yang dijual di pasar.

“Selain itu, mereka juga protes pedagang buah di pasar dikenakan retribusi, sementara pedagang buah di sepanjang jalan dengan mobil tidak dikenakan retribusi,” ujarnya.

Meskipun diperbolehkan berjualan di sepanjang Jalan Suwandak Lumajang, Basuni mengingatkan agar PKL di sana tidak melanggar aturan menggunakan badan jalan.

Para PKL Suwandak ini hanya diperbolehkan berjualan di pinggir jalan sehingga arus lalu lintas tetap berjalan lancar.

Selain penertiban di Jalan Suwandak, Pol PP juga menertibkan PKL di sepanjang Jalan Ahmad Yani dan Panglima Sudirman, terutama yang menggunakan mobil.

“Untuk yang di Ahmad Yani kita tertibkan agak ke utara, depan Kantor Diklat Kabupaten Lumajang. Menurut aturan di sana sebenarnya juga dilarang berjualan. Tapi karena alasan butuh makan, belanja istri, dan biaya sekolah anak-anaknya, maka sementara mereka kita geser ke utara, di depan Kantor Diklat ke utara,” paparnya.

Basuni berharap para PKL lebih tertib, tidak menggunakan bahu/ badan jalan, dan menjaga kebersihan. Apalagi, dalam waktu dekat akan ada penilaian Adipura. “Lumajang ini milik kita bersama. Makanya harus dijaga, baik ketertibannya, kebersihannya,” imbuhnya.

Sebelumnya, PKL Suwandak, ditertibkan selama beberapa hari. Mereka tidak bisa berjualan. Karena tidak berjualan, mereka merapatkan barisan membentuk paguyuban kemudian bersama-sama menghadap Bupati Lumajang agar mereka diijinkan tetap berjualan. (din)

Tags
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional