pariwisata kabupaten jember

Anak Tukang Becak Diduga Derita Tumor

  Dibaca : 637 kali
Anak Tukang Becak Diduga Derita Tumor
Kurniawan Akbar digendong Sumadi, Ayahnya
space ads post kiri

* Siapa Peduli? Mau Operasi Nunggu Pemkab

Usianya masih belum genap 2 tahun. Anaknya begitu lincah, tidak rewel, jarang mengeluh sakit, apalagi sampai menangis karena benjolan di belakang kepalanya yang besarnya melebihi kepalanya sendiri. Dia terlihat sehat wal ‘afiat. “Akbaaar……., ayo salim. Ayo salim,” kata Sumadi, ayah dari Kurniawan Akbar (usia 18 bulan) asal Jl Kelapa Gading No. 47 RT 05 RW 11, Kelurahan Kepuharjo, Kecamatan/Kabupaten Lumajang, ketika wartawan Memo X bersilaturrohim ke rumahnya….

Kurniawan Akbar pun, langsung mendekat dan bermain-main di ruang tamu seperti layaknya anak biasa. Menurut Sumadi, benjolan besar itu ada sejak lahir 18 bulan yang lalu.

Karena profesi Sumadi sebagai tukang becak, dia tidak membawa anaknya kemana-kemana. Dia asuh sendiri sejak lahir hingga kini berusia hampir 2 tahun.

“Benjolan itu ada sejak kecil, Mas. Benjolannya sudah besar gitu,” kata Sumadi yang sudah dikaruniai 4 anak. Karena tidak ada biaya untuk berobat dia hanya membawa anaknya ke ahli pengoban alternatif di dekat rumahnya untuk diterapi secara rutin.

Nah, saat diterapi itulah Sumadi bertemu dengan seorang Kiai yang memiliki Yayasan/Pondok Pesantren Ulul Albab, Candipuro Lumajang. Nama pengasuhnya KH Azis Marwi.

“Saya bertemu beliau waktu terapi di Pak Didik. Beliau bilang ke saya, nanti akan dibantu akan dibawa ke Rumah Sakit Internasional di Surabaya.

Saya menyampaikan terima kasih kepada beliau mau membantu anak saya. Setelah bertemu dengan beliau saya kaget karena Bu Camat, pihak Puskesmas Kota, kelurahan berbondong-bondong datang ke rumah,” ujarnya.

Saat didatangi oleh pihak kecamatan, kelurahan dan puskesmas dirinya disuruh mengurus Jamkesmas dan segera akan dibawa ke Rumah Sakit Jember untuk dilakukan pemeriksaan awal dan kalau memungkinkan bisa dioperasi akan dioperasi.

“Janjinya begitu beberapa waktu yang lalu. Kami sendiri bisanya menunggu Mas. Masalah Jamkesmas sudah saya urus tinggal nunggu turun gak tahu kapan.

Dan kalau anak saya jadi dioperasi di Surabaya, kemungkinan juga bersama pengasuh Yayasan Ulul Albab karena kami dibawah naungan Ulul Albab itu,” ujarnya.

Ditanya siapa saja yang datang ke rumahnya (termasuk pejabat pemerintah) untuk sekedar menengok, silaturrohim atau memberikan bantuan, dia mengatakan, yang datang ke rumahnya antara lain, Ibu dan Lurah Kepuharjo, Ibu Camat Kota Lumajang, dokter dari Puskesmas Kota.

Page 1 of 41234
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional