pariwisata kabupaten jember

Pemilik Senpi dan Sejenis akan Dirazia

  Dibaca : 560 kali
Pemilik Senpi dan Sejenis akan Dirazia
Isnugroho S.Sos
space ads post kiri

* Isnugroho : Yang Tak Melapor Dirampas

Agar penggunaan senjata angin, sengas (senjata gas), senjata air gun, soft gun dan sejenisnya tidak disalahgunakan, maka seluruh pemilik senjata tersebut harus melaporkan kepada Polres Lumajang melalui Unit IPP.

Lewat IPP inilah nantinya akan disampaikan Klub. Jika tidak melaporkan maka si pemilik akan dikenai sanksi berupa penyitaan barang tersebut dan kurungan selama 2 tahun penjara. Hal ini disampaikan Isnugroho S.Sos, Sekretaris Perbakin Kabupaten Lumajang, Selasa (15/3) siang.

Menurutnya, hal itu merupakan peraturan Kapolri (Perkap) yang harus dilaksanakan. “Sebelum ada penertiban senjata tersebut perkab nya akan disosialisasikan dulu kepada klub klub. Setelah itu sosialisasi ke Polsek Polsek se Kabupaten Lumajang,” paparnya.

Jenis senjata yang akan disosialisakan dan ditertibkan antara lain, senjata/ senapan pompa angin, air gun atau pistol yang menggunakan pelor besi, air soft gun yang menggunakan pelor atum yang mirip pistol, senapan gas yang didorong dengan oksigen.

Polres Lumajang melalui unit IPP telah melakukan sosialisasi kepada klub pemilik senjata seperti Klub Pasopati Tempeh dan klub Semeru.

“Mereka diberi waktu 5 bulan untuk mendaftarkan ke Polres lalu dibawa ke Polda Jatim untuk diberikan ijin,” ujarnya.

Peredaran senjata tersebut kata Isnugroho, sudah tidak terkontrol. Pasalnya, penjual dan perakitnya bebas membuat.

Bahkan kaliber yang beredar di Lumajang saat ini bukan hanya 4,5 (empat setengah) tapi juga kaliber 12 mili yang didorong oleh gas sudah ada. Kaliber 12 istilah di Perbakin sama dengan kaliber 50 milimeter.

Page 1 of 212
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional