pariwisata kabupaten jember

Hentikan Buruh Migran Bukan Solusi

  Dibaca : 248 kali
Hentikan Buruh Migran Bukan Solusi
space ads post kiri

* IFRC : Munculnya Buruh Migran Karena Ketimpangan Ekonomi

Supratman, anggota DPRD Lumajang saat sambutan dalam acara Workshop Buruh Migran dan Kedaulatan Desa oleh Gemapalu (Gerakan Masyarakat Pedesaan Lumajang), di Senduro, menyampaikan, menghentikan buruh migran baik di Arab Saudi, Malaysia maupun buruh migran di negara-negara lainnya bukan solusi……

“Menghentikan buruh migran bukan pemecahan sebuah masalah. Kita perlu solusi agar buruh migran setelah balik ke rumahnya tidak balik lagi ke sana,” ujarnya, akhir pekan kemarin.

Setelah tinggal di rumah mereka harus mandiri dan mampu membuka usaha sendiri dari modal yang didapatkan saat bekerja di negeri orang.

Solusi kedua, kata Supratman, mereka diberikan pelatihan-pelatihan keterampilan dan lainnya sehingga pengetahuan buruh migran semakin bertambah. Meskipun pelatihan ini seringkali dilakukan.

Politisi dari PDIP ini juga mengkritik pemerintah yang terlalu lama memberikan pelatihan terhadap buruh migran, padahal mereka harus memberi makan anak dan keluarganya yang ditinggalkan.

“Pemerintah perlu introspeksi diri, Jangka waktu pelatihan kepada buruh migran terlalu lama. Bisa 3 sampai dengan 6 bulan, sedangkan mereka memiliki tanggungan keluarga di rumah,” ujarnya.

Sementara itu, dari perwakilan Palang Merah Dunia (IFRC), menyampaikan, munculnya buruh migran karena adanya ketimpangan ekonomi. Oleh karena Gemapalu diharapkan mampu mendorong para buruh migran untuk memiliki usaha produktif bagi keluarganya.

Mereka juga diharapkan mendapatkan informasi dan ilmu pengetahuan melalui website dan perpustakaan. “Dengan informasi mereka akan paham tentang berbagai hal termasuk soal buruh migran. Selain itu, mereka perlu workshop, belanja ilmu pengetahuan,” ujarnya.

Page 1 of 212
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional