pariwisata kabupaten jember

Bupati Curhat Sering Diopinikan Tidak Prorakyat Kecil

  Dibaca : 57 kali
Bupati Curhat Sering Diopinikan Tidak Prorakyat Kecil
space ads post kiri

Dalam kepemimpinannya, Bupati Lumajang, Drs. H. As’at, M.Ag, mengaku seringkali diopinikan tidak prorakyat kecil, tidak pro penambang tradisional tapi pro pengusaha/ penambang besar.

Bupati As’at

Bupati As’at

“Mereka sering kali diberikan isu-isu negatif yang arahnya tentu saja ke saya. Saya katanya propenambang besar tidak propenambang tradisional,” ujarnya, saat Musrenbang, di Gedung Soedjonono Pemkab Lumajang.

Maka dari, ketika dilakukan penertiban penambang manual ilegal oleh Pol PP, beberapa hari yang lalu, mereka menolak. Ada sekitar 200 hingga 300 san orang yang menolak ditertibkan.

“Mereka kemudian sering dicekoki isu-isu negatif dan kata-kata ‘yok opo pak bupati gak pro rakyat kecil, kok pro pengusaha besar. Padahal tidak seperti itu. Saya lagi berjuang dan memberikan masukan kepada ESDM Jatim agar mengutamakan orang Lumajang dalam mengelola pasir. Itu yang pertama,” kata Bupati As’at.

Yang kedua, kata Gus As’at, kita sampaikan ke ESDM Propinsi Jawa Timur agar jangan memberikan jumlah besar terhadap pihak yang mengajukan ijin penambangan pasir.

Dengan kata lain perlu dibatasi 20 ha, misalnya. Namun karena yang mengatur itu Propinsi Jawa Timur, maka turunnya bervariasi. Ada yang mendapatkan 60 ha, 80 ha, bahkan ada yang 100 ha. Dan pada akhirnya terjadi tumpang tindih pengelolaan.

“Atas masalah itu saya protes. Mengapa kami tidak diajak dulu untuk menentukan itu. Protesnya ke Propinsi Jatim. Tapi lagi-lagi saya diopinikan tidak promasyarakat, pro nya ke penambang-penambang besar. Polae entuk ake, paling. Begitu saya diopinikan,” ujarnya.

Meskipun demikian, Bupati As’at menyatakan rasa syukurnya karena terus-menerus melakukan komunikasi dengan Ketua Dewan, Kapolres, Forkopimda untuk menata masalah pasir.

“Pol PP sudah menertibkan dan mengevaluasi penambang yang mendapakan ijin. Yang mengantongi ijin kita minta untuk tidak menggunakan alat berat dulu. Manfaatkan untuk merekrut pekerja manual dalam bekerja. Saya sampaikan, tolong lah perhatikan rakyat saya biar mereka bekerja dengan apa yang mereka miliki. Pake alat berat mereka gak mungkin. Biarkan mereka nunut. Yang punya ijin ini yang harus merekrut mereka,” ungkapnya. (din)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional